Seminar Nasional POSS-IGOS Center

logo igos

SAMARINDA, Selasa 21 Juli 2009 yang lalu aku bareng 2 Dosen (p’Fahrul dan p’Haviluddin)ama 1 temen (supiyanto) berangkat ke jakarta buat ngikuti seminar nasional yang diadain oleh RISTEK dan dijakarta ternyata rekan dari SIM unmul p’Iwan udah menunggu kami ,,, Ternyata emang susah kalo di tempat sendiri gak punya bandar udara yang gede, kalo mo kemana-mana make pesawat mesti jalan darat dulu 2 jam-an ke Balikpapan. Samarinda yang rencananya mo ngebangun bandara internasional ampe sekarang belum terlihat nyata realisasinya gak tau kenapa, malah denger-denger sekarang pengen bangun jalan “freeway” moga-moga ni bukan cuman rencana tanpa target. Balik kemasalah seminar, kegiatan seminar ni diadain 2 hari mulai tanggal 22-23 juli 2009 yang bertempat di BPPT jakarta. Seminar ini diikuti oleh sekitar 250an peserta dari berbagai instansi dan dari berbagai daerah, ya seperti kami ini yang dari kaltim bela-belain datang buat menghadiri even nasional ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan OPEN SOURCE di berbagai kalangan sehingga tingkat penggunaan software bajakan dapat dikurangi bahkan diharapkan dihilangkan.

Hari pertama seminar diisi dengan kisah-kisah kesuksesan “Success Story” dari mereka-mereka yang telah berhasil bermigrasi menggunakan Open Source dan tetap memperoleh keuntungan dan kenyamanan bahkan bisa lebih. Mulai dari kisa Samudra Indonesia Grup hingga kisah kabupaten Jembrana yang mampu menjadi “cyber district” sampe-sampe pemilihan kadus (kepala dusun) udah make vote online menggunakan chip yang tertanam pada KTP setiap warganya… wah pokoke seru abis dah mendengar kisah-kisah kesuksesan mereka……

Hari kedua seminar materi yang disampaikan adalah laporan masing-masing POSS dan IGOS Center yang ada hingga saat ini terus di gembar-gemborkan biar gaingnya kedengaran dimana-mana danĀ  diharapkan dapat menjadi helper center bagi para newbe yang ingin bermigrasi ke open source di tempat masing-masing. Masing-masing POSS dan IGOS Center juga menceritakan berbagai kisah unik pengalama mereka mulai dari Tapanuli yang berada di Stikom Dell (tempatnya deket hutan lo,,, katanya sih) sampai dengan IGOS center Bandung yang nangkring di Mall.. dan mereka semua telah mulai bisa menarik perhatian masyarakan untuk menggunakan Open Soure sebagai alternative penggunaan software legal sehingga diharapkan nantinya pembajakan di negara kita dapat di minimalisir.

Kayanya itu aja dulu yang bisa aku ceritain, ntar klo inget lagi ta tambah-tambahin deh,,, oh iya ni ada berita yang lebih lengkapnya http://ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=3968

Leave a comment